Photobucket

Welcome

Assalamualaikum Pictures, Images and Photos

Followers


Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, September 26, 2016

UJIAN ADALAH TARBIAH ALLAH

UJIAN ADALAH TARBIAH ALLAH



Kehidupan

Munsyid : Inteam (duet bersama Nazrey Raihan)

Kesenangan mendatang tak akan selamanya,
begitula selepas susah ada kesenangan,
seperti selepas malam datangnya siang,
oleh itu waktu senang jangan lupa daratan..

Tuesday, February 12, 2013

Ombak Rindu Padamu

Ombak Rindu Padamu



Di kedinginan pagi
Kabus melatari bumi
Awan mendung memayungi 
Unggas rimba bernyanyi

Hujan gerimis menitis

Setitis demi setitis
Hujan membasahi bumi
Enggan pergi
Kerna matahari
enggan menjenguk diri

Hujan Disember masih berlarutan
Hingga Februari yang tiba
Panas terik seketika cuma
tiba-tiba turun sang hujan

Februari ini

Dingin di sini
Tidaklah sedingin 
Taman nun di sana
 
Rindu Yang bertamu
Bersama deru ombak rindu
Hempas menghempas Bertalu-talu
Ombak di Pasir dan pantai bersatu
menyanyikan lagu rindu

......irama yang tak terpisah
setia sang pantai 
selagi sang ombak 
menghempas pantai


Friday, December 28, 2012

2012 Dalam Kenangan

2012 Dalam Kenangan


2012
penuh memori
selangkah pergi
ku mendaki
cinta Ilahi
menuruni lembah
dugaan dan ujian
menduga kesabaran
seorang hamba kerdil
di sisi Pencipta Agung. 

2012
Cuti Tanpa Gaji
Yang dilalui

2012
ku kini
semakin mengerti 
erti kasih sayang
sesama Muslim 
yang bersaudara atas aqidah
pasti ada ujian
  
erti ukhuwah sejati
yang tak kan tunduk pada hasutan iblis


Thursday, December 27, 2012

Doaku Untukmu Adikku Agar Allah Berikan Jodoh Terbaik

Doaku Untukmu Sayang Adik-adikku Agar Jodoh Kalian
 Dengan Hamba Allah Yang Beriman dan Bertaqwa



Doaku Untukmu Sayang Adik-adikku Agar Jodoh Kalian
 Dengan Hamba Allah Yang Beriman dan Bertaqwa



Doaku Untukmu Sayang Adik-adikku Agar Jodoh Kalian
 Dengan Hamba Allah Yang Beriman dan Bertaqwa

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
 (Surah Al-furqan: 74)

Rasullullah diriwayatkan bersabda kepada kaum lelaki yang bermaksud, 

"Ingatlah, terimalah wasiatku, pergaulilah wanita (isteri) dengan baik kerana sesungguhnya mereka adalah tanggungjawab di tangan kamu. Kalian tidak mempunyai apa-apa hak daripada mereka kecuali perkara itu melainkan jika mereka melakukan perbuatan yang menyimpang dan keji. 

Apabila mereka melakukan perkara tersebut, maka janganlah tidur bersama mereka dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika mereka patuh kepada kamu maka janganlah kalian mencari jalan menyakiti mereka. Ingatlah, sesungguhnya kamu mempunyai hak atas isteri-isteri kamu dan mereka mempunyai hak ke atas kamu. 

Adapun hak kalian ke atas isteri-isteri kalian adalah tidak mengajak orang yang kamu benci tidur di atas ranjang kalian dan tidak pula mengajak orang yang kamu benci masuk ke dalam rumah kamu. Dan hak isteri-isteri kamu ke atas kamu adalah memberikan pakaian dan makanan kepada mereka dengan baik."


Di saat sangat ramai gadis yang solehah berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan seorang suami yang soleh dan boleh menjadi pembimbing kehidupan dunia dan akhirat untuknya, Allah dah berikan kepada saya seorang suami.Alhamdulillah...syukur kepada Allah.

Doaku  buatmu adik-adikku. Baik adik kandung, sepupu, saudara mara, sahabat handai yang masih bujang...

Walau di mana kalian berada. Walau kita kian dihambat masa yang sangat mencemburui kita. Walau jauh beratus batu dan jua beribu batu terpisah oleh gunung dan lautan.

Tiada  pernah kulupa wajah-wajahmu adik-adikku. Adik lelaki. Adik perempuan. Khususnya wajah adik perempuanku...samada adik kandung, adik sepupu, adak saudara jauh dan ....



Wednesday, June 27, 2012

Ketika Hati Menangis

Ketika Hati Menangis






Tuhanku….
ketika hati seorang hambaMu menangis,
 hanya kau saja yang tahu.

Tuhanku….
 
Ketika mereka meninggalkan aku sendiri
Ketika tiada siapa yang sudi menolehku di sini,
Ketika  tiada simpati, 
Kau tetap mendengar rintihanku
PadaMu tempatku menagih kasih
Ketenangan kurasa mendekatiMu
Syahdu malam sendiri
 tak terasa sunyi

 Tuhanku,
Ketika matahari menyembunyikan diri,
Ketika langit mendung melatari,
Ketika hujan membasahi bumi,
Ketika hembusan bayu seakan terhenti,


Monday, June 11, 2012

Lelaki Istimewa Suara Merdu Nyanyi 25 Rasul

Lelaki Istimewa Bersuara Merdu Lagu 25 Rasul


Subhanallah. Lelaki ini tetap ingat 25 Rasul yang wajib Umat Islam ketahui 
walaupun dirinya sedang dalam rawatan psikiatri di sebuah hospital
 berkemungkinan besar di Acheh.

Saya cuma mendengar dari jauh ketika pertama kali lagu ini singgah ke gegendang telinga syaa.
saya fikir ia dialunkan oleh penyanyi nasyid di Indonesia barangakali.

Ketika diberitahu seseorang akan youtube qasedah syair indah ini,
liriknya walau tak faham bisa menyentuh hati ini. 

Namun apabila menerjah youtube, yang bertajuk Orang Gila suara sedap,
Terasa diri ini kerdil dibandingkan diri lelaki ini yang 
walaupun sedang sakit ketika video ini dirakam
 tetapi gembira bila berqasidah tentang 25 Rasul .

Lalu saya ubah kepada Lelaki istimewa dan bukan orang gila... 

 


Qasidah 25 Rasul Dalam Bahasa Aceh

Mandum Nabi beutaturi wahe taulan                                    
25 yang tersebut dalam al-Qur’an
                                   Pertama phon ulon susun nabi Adam
                                  Nyan keuh intu wahe teungku mandum insan

                                                Yang kedua hai saudara nabi idris
                                                Lam syurga dalam mata neu top iblis
                                                Lhe nabi Nuh mata seupot geupeugot kapai
                                               Geupeudieng keunan bala tentara jienet bekai, Allah

                                 Peut, nabi Hud limeung saleh nam Ibrahim
                                 Nyang that murah, ngen sejahtra perangui halim
                                 Tujuh nabi Lut lapan Ishak ngen Ismail
                                  Yoh di Mina suroh Rabbi korban Neusie,,,,, Allah

                                                 Siploh Harun siblah Musa aneuk Imran
                                                 Buket tursina reh mariet dengan Tuhan
                                                 Dua blah Daut leumah lembut mangat that sue   
                                                Ie nyang ilee han jadeh le teudong laju,,,,, Allah

                                  Tema keu lheh blah ulon peugah Zulkifli
                                  Nabi Sulaiman karunia Tuhan pangkat tinggi
                                  Nabi Ilyas karunia Allah hudep jinoe
                                  Namblah Yusuf beuleuen peungeh tansam lakoe,,, Allah

                                                   That jroeh rupa nabi Yusuf hai boh hate’
                                                    Puasa di Kha peureumoh raja nanggroe Meuse
                                                    Tujuh blah Syu’ib umue katreb supoet mata
                                                    Nyang jroh tunggkat keumukjizat nabi Musa,,,,, Allah

                                 Keu lapanblah ulon peugah Zakaria
                                 Nabi Aiyub nabi Ilyasa’ nabi Yahya
                                 Duablah dua hai saudara nabi Yakop
                                 Duablah lheh nabi Yunus nyang poe engkeut

                                                     Dua ploh peut ulon seubut nabi Isa
                                                     Hana ayah karunia Allah Tuhan Esa
                                                     Duaploh limong  ban meukeuneung wahe rakan
                                                     Nabi Muhammad pang ule rasul kesudahan

                                Mandum rasul 25 hai boh hate,,,
                                Jak meureunoe beudoh jonoe bek laloe le
                                Jak meureunoe bak ulama bek le laloe
                                Gadeuh boh bang uroe malam teulah dudoe,,,2x

Terjemahan nya lebih kurang begini dalam Bahasa Malaysia:
 
 Nama nama nabi yang harus diketahui oleh insan,
 dua puluh lima yang tersebut dalam Al Quran,
yang pertama saya susun Nabi Adam dialah indatu ( nenek moyang ) semua insan,
yang kedua hai saudara Nabi Idris dalam surga di mata menusuk iblis,
tiga Nabi Nuh yang pertama membuat kapal
 yang memuat bala tentara dan berbagai jenis bekal... Allah

yang ke empat Nabi Hud
5  Salleh Enam Ibrahim yang begitu pemurah ( baik hati ) dan sejahtera bersifat halim (lemah lembut),
7 Nabi Lut delapan Ishak
dan Ismail yang di Mina diperintahkan Rabbi untuk berkurban... Allah

10  Harun
 11 Musa Anak Imran Di Bukit Tursina berdialog dengan Tuhan
12 Daud yang lemah lembut bersuara merdu,
Air mengalir akan segera berhenti bila mendengarnya.

 dua puluh dua wahai saudara Nabi Yakob
dua puluh tiga Nabi Yunus yang ditelan  ikan
dua puluh empat saya sebut Nabi Isa tidak punya bapak karunia Allah Tuhan yang Esa
 dua puluh lima cukup sesuai wahai saudara Nabi Muhammad penghulu Rasul kesudahan

 Rasul semua 25,  wahai kekasih hati..
. mari menuntut ilmu sekarang jangan lalai lagi...
 belajarlah pada ulama jangan lalai lagi....
hilang mengaji dan adzan siang malam menyesal kemudian.....

Wednesday, February 01, 2012

Kami Cinta Pada Rasulluah SAW,

Kami Cinta Pada Rasulluah SAW  


Ki


Mari Kita panjatkan puji syukur kehadrat Allah swt. 
Kita ucapkan selawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W, seluruh ahli keluarga dan sahabatnya, serta sesiapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. 
Teringat daku pada kisah kerinduan Nabi Muhammad SAW Kepada Umatnya Pada Akhir Zaman:

 “Makhluk yang paling ajaib imannya ialah mereka yang hidup sesudah aku. Mereka membaca al-Quran dan beriman dengan semua isinya”.

   Baginda pernah menegaskan lagi tentang kemurnian iman ikhwan ini dalam sabdanya;

“Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan berbahagialah 7 kali orang-orang yang beriman denganku, tetapi tidak pernah berjumpa denganku”. Demikianlah Nabi s.a.w. mencintai ikhwan itu.

Kisah selanjutnya, klik  


YA RASULULLAH KAMI CINTA PADAMU YA RASULULLAH
KAMI RINDU PADAMU YA RASULULLAH
KAMI INGIN MELIHAT BERTEMU WAJAHMU YA RASULULLAH
MAKA KAMI BERSOLAWAT KEPADAMU SEBANYAK-BANYAKNYA YA RASULULLAH

LIHATLAH KAMI,PANDANGLAH KAMI YA RASULULLAH
TOLONG DAN BANTULAH KAMI YA RASULULLAH
SYAFAATMU KAMI POHONKAN DIDUNIA DAN AKHIRATYA RASULULLAH
UNTUK UMMATMU YA RASULULLAH SAW.

“ Barangsiapa yang berselawat kepadaku pada
 waktu pagi sepuluh kali dan pada waktu petang sepuluh kali, maka ia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat.”
(Hadith Riwayat Thabarani)

Kelebihan Bersolawat keatas junjungan Nabi Muhammad SAW

“ Barangsiapa berziarah kekuburku maka baginya wajib menerima syafaatku.”
 Hadith Riwayat Ibnu Adi dan Al-Baihaqi

“ Barangsiapa yang berselawat kepadaku dari umatku, maka dicatat baginya sepuluh kebaikan dan dihapuskan darinya sepuluh dosa.”
 Hadith Riwayat Ibnu Hibban

“ Telah datang kepadaku utusan dari Tuhanku ‘Azzawajalla maka dia (Jibril) berkata:
Barangsiapa yang mengucapkan selawat kepadamu dari umatmu, ALLAH s.w.t mencatat baginya sepuluh kebaikan dan menghapuskan darinya sepuluh dosa dan ALLAH mengangkat baginya sepuluh darjat dan ALLAH menolak atasnya yang seumpamanya.”
 Hadith Riwayat Ahmad

“ Berselawatlah kamu kepadaku, kerana selawat itu menjadi zakat (penghening jiwa pembersih dosa).”
 Hadith Riwayat Ibnu Murdawaih

“ Barangsiapa berselawat kepadaku satu kali, maka ALLAH menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali.”
 Hadith Riwayat Muslim

Dalam kitab Ibnu Farhun Al-Qurthubi dinyatakan bahawa membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW mengandungi 10 macam faedah dan mendatangkan kemuliaan iaitu:

Memperoleh selawat dari Tuhan Penguasa Alam.
Memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad s.a.w.
Memdapat pimpinan dari malaikat yang baik baik.
Menghapuskan dosa.
Mendapat pertolongan dan tercapai keperluan hidup.
Mempunyai perbezaan dengan orang munafik dan kafir.
Memperoleh nur zahir dan batin.
Mendapat keselamatan dari azab neraka.
Membolehkan memasuki syurga.
Memperoleh ucapan selamat dari ALLAH SWT


PUISI 

Rinduku padamu ya Rasulullah
Kekasih Allah insan Mulia
Di Rabi’ulAwal ini
Tatkala mendengarkan kisahmu dimana-mana
Rinduku makin menekan
Inginku ziarahimu
Namun belum sampai waktu barakah itu
Muhammad ya Rasulullah
Rinduku padamu
Bukan hanya di bulan kelahiranmu
Namun bertangkai dijiwaku
Setiap waktu
Ku cuba amalkan sunnahmu
Agar kecintaanku padamu terus memekar
Moga nanti saat kita bertemu
Kau akan tersenyum memandangku
Muhammad Habibullah
Aku ingin berterima kasih padamu
Kau telah mengangkat darjatku dan
Teman-teman muslimahku yang lain
Engkau tidak pernah lupa
Mengingatkan semua ummat
Agar menjaga dan memuliakan wanita
Hingga saat wasiat terakhirmu
Kami masih dalam ingatanmu
Terima kasih ya Rasulullah
Tanpamu mungkin kami masih di takuk lama
Menjadi hamba sahaya dan tiada harga
Namun saat Allah mengutusmu
Kami tiada beza dengan Muslimin
Hanya ketaqwaan menilai letak kami disisi-Nya
Rinduku padamu ya Rasululluah
Hingga tidak henti jatuh airmata ini
Mengenang nasib diri saat pertemuan nanti
Apakah kau akan mengenaliku
Sebagai umatmu ya Rasulullah
Ku mohon pada-Nya moga amalanku
Akan mendekatkan aku denganmu wahai kekasih Allah
Rinduku padamu ya Rasulullah
Walau kita tidak pernah bersua
Namun aku tidak pernah putus merindui
Akhlak dan peribadimu
Uswatul hasanah Qudwah buat seluruh ummat
Rinduku padamu ya Rasulullah
Saat menyelak lembaran sirahmu
Betapa kecintaanmu pada ummatmu
Hingga engkau tidak rela meninggalkan kami
Tanpa jaminan dari Rabb
Bahawa kami akan turut bersamamu
Di syurga kelak
Allahurabbi…
Betapa kau mencintai kami
Hingga di hari akhirat
Saat dirimu sudah lulus ke syurga
Namun kau masih menanti kelibat kami ummatmu
Ya Rasulullah, sayang kau kepada kami
Hingga bila ditanya oleh puteri kesayanganmu
Dimana bisa dia bertemu denganmu di akhirat kelak..
Lalu kau menjawab “Carilah aku di telaga
aku akan memberi minum kepada ummatku”
Allahuakbar! Terlalu dalam kecintaanmu
Kepada kami ya Rasulullah
Terima kasih ya Rasulullah
Rinduku padamu ya Rasulullah
Moga bisa terubat kala saat itu tiba
Moga Rahmat Allah akan mengizinkan
Sebuah pertemuan cinta
Cinta tulus seorang Rasul untuk ummatnya
InsyaAllah…
Rinduku padamu ya Rasulullah
Moga terus subur dan rimbun
Mengharapkan buahnya ialah pertemuan disyurga..
Dalam Rahmat dan Redha-Nya..

SEBUAH SIRAH RASULULLAH SAW 

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap, Rasulullah s.a.w. dengan suara terbatas memberikan khutbah.

"Wahai umatku, kita semua berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tetapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.

Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggil Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega,matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan risau, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengadu. Fatimah terpejam. Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku (peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.)"

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii.. (Umatku, umatku, umatku).."

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai seperti Baginda mencintai kita? Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Sahabat-sahabat muslim sekalian, marilah kita renungkan kembali pengorbanan Rasulullah kepada umatnya, betapanya cintanya Rasulullah kepada umatnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
Pernahkah kita menangis untuk Rasulullah SAW, Sedangkan di akhir hayat baginda menangis kerana kita.

Renungkanlah...

Monday, August 22, 2011

Bicara Cinta Buat Mu ...

Bicara Cinta Buat Mu ...di Ramadhan Ini
http://www.myukhuwwah.com/



Allahu Rabbi...
Kau Yang maha Melihat
Kau Yang Maha Penyayang
kau Yang Maha Pelindung

Allahu Rabbi, 
HambaMu datang merafak sembah,
memohon izinMu dan redhaMu ya Rabbi
di perjalanan seorang hamba yang lemah.



 Ketika saat ini 
aku telah jatuh cinta 
bersama hambaMu, Ya Robbi
daripada Kaum Adam, ciptaanMu, Ya Robbi.
di istana kasih, bersama cahaya mata
AnugerahMu yang tak pernah terlintas di minda
seorang hamba.

Allahu rabbi, Daku merafakkan sembah syukur
Kerna Kau anugerahkan dia
hadir mengangkat martabatku sebagai wanita,
Dia, yang memilihku hanya kerana Engkau Ya Tuhan Yang Maha Esa.

Allahu Rabbi, pintaku,
Jangan biarkan cinta yang mekar ini
menyebabkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat daku  lalai 
akan adanya Engkau.

Cintaku, Engkau yang selama ini bersamaku
menjagaku, tiap waktu,
menjaga diriku, penuh kehormatan MU,
......dari serangan sang kucing pada si ikan,
 Engkaulah pemihara diriku
daripada sang perosak yang tanpa pernah menghormati 
..... prinsip dan jati diri seorang Muslimah.


Ya Allahu Ya Rabbi,
Hanya Engkau yang sentiasa menemaniku..
dan hanya Engkau seorang yang benar-benar memahamiku..

...Di kala aku sakit dan sihat..
Di kala aku suka dan duka..
Di kala aku di hina
Di kala aku berada di tahap paling bawah kerjaya..
 Di kala aku sendirian di daerah asing
...dan serba baru bagiku


 Ya Allah YaRabbi
Engkau yang selama ini peyembuh diriku,
...andai ku terluka, Kau segera rawat,
Engkau yang selama ini mengubat rawan,
....memeliharaku dan mengasihiku penuh kasih
lebih mendalam kasih sayangMu 
daripada kasih sayang seorang ibu pada bayinya.

Allahu Rabbi, aku pohon padaMu
Ketika aku sedang dilamun cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar cintaku pada-Mu tetap utuh 





Allahu Rabbi, izinkanlah
Ketika  aku sedang berada dalam bejana cinta makhluk 

Kupohon padaMu,
jadikanlah dia, 
seseorang yang hatinya penuh dengan cinta-Mu 
seseorang yang pabila memandang ke wajahku
dan diri yang dhaif ini
jatuh cinta padaMu
seseorang yang pabila kupandang dirinya
membuatkanku semakin cinta akan diriMu
Dan membuatku semakin mengagumiMu

Allahu Rabbi
Berilah kami kesempatan
untuk lebih mendekati cinta-Mu 
di dalam lembayung rahmat dan ikhsanMu.
Di dunia dan kehidupan selepas kematian
Cinta Mu, di alam yang abadi..


Ya Allah
tukarkanlah kecintaan ku kepada hamba-hambaMu ini 
Kepada hanya semata-mata cinta keranaMu.
Allahu Rabbi, pintaku yang terakhir
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu 
cintaMu dunia dan akhirat
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amiiinnn......

Metafora Sebuah Persahabatan

Metafora  By Nice


Doa, Doa Agar Dijauhi dari Teman yang hipokrit

Ya Allah, Aku Berlindung KepadaMu
Daripada Teman yang Penipu,
Matanya memandang kepadaku
tetapi hatinya, memerintahku,
Jika dia melihat kebaikanku,
disembunyikannya
Jika dia melihat kejahatanku,
disebar-sebarkannya.




# Untuk mendengar Metafora Oleh Nice ini, sila klik butang pause pada klip video di atas.



Sekerat akar mampu kuhulur padamu
Di saat dikau terkapai dan kelemasan
Di arus hidup yang tinggal sejengkal cuma
Katamu kau tak bisa berenang ke sana
Engkaulah teman tanpa sangsi dan curiga
Setelah aku mendengar lirih ratapmu
Harumnya sekuntum melati di embunan pagi
Sewaktu kita melewati sebidang tanah perkebunan
Persahabatan

Tersasar aku di dalam mentafsir
Aksara jujur dan ketelusan yang terpamer di wajahmu
Terlalu naif untuk ku fahami
Metafora puisi dusta dan personafikasi
Sukarnya untuk aku membuktikan
Kebenaran yang berpihak padaku
Kerna peluang langsung tiada padaku
Sedarlah aku erti senyuman
Ada dendam yang tidak pernah padam
Pada lirik matamu ada pedang tajam yang merejam
Ohh….
Terima kasih atas pengalaman itu
Mengajak aku kembali mengenal diri
Terpaksa lagi menyusuri jalan-jalan sepi
Masih bisakah kutemui sekuntum melati mewangi yang tidak berduri

Tajuk Nasyid : Metafora
Artis : NICE
Album : Istimewa Tiada Dua


Jawapan Itu  Hanya Pada Dirimu


Ketika layangan email mu 
memasuki kotak emailku,
Lantas minda ku 
Terlukis indah, segar di ingatan
Sebuah persahabatan
di perkebunan ilmu
seerat simpulan ukhuwah
itu lafaz janji kita

ketika sebuah fitnah melanda sahabatmu
yang jauh  dan jauh di sana
ketika sahabatmu terlantar di perbaringan
fitnah itu dilontarkan kepada sahabatmu
sedangkan dirimu tahu akan kebenaran
...tentang surat itu...
... dan mengapa surat itu..
.... dititipkan kepada si dia mu...
sedangkan dirimu tahu
sahabatmu telah beristikharah dalam soal kejodohan?
ketika datang pinangan daripada pemuda beriman lain
walau usianya baru 19 tahun ketika itu...

Ketika kotak email itu
diketuk lagi olehmu
bertanyakan apa salahmu
Persoalanku
di manakah pembelaanmu
sebagai seorang sahabat
dan jawapannya
ada pada dirimu

kerna hanya dirimu seorang
yang tahu akan kebenaran
di sebalik sekeping surat
yang jika diikutkan rasa
tidak ingin diposkan
sejauh merentas benua...


Wednesday, November 24, 2010

Ukhuwwah Bukan Slogan

Ukhuwwah Bukan Slogan

Ukhuwwah Bukan Slogan
Yang kedengaran berdegar-degar
Namun rupanya
Hanyalah tin-tin kosong

Ukhuwwah Bukan Slogan
Bagai isi dan kuku
Bagai aur dan tebing
Hanyalah tebu di pinggir bibir

pabila datang ujian dan musibah
kepada sahabat
bukannya sokongan moral
bertanya khabar tidak sekali
datang menziarahi jauh sekali
dengan anggapan sahabat itu
...merajuk
...membawa diri
lalu dipulaukan?

Apakah
yang diperoleh oleh sahabat yang sedang diuji?
bahkan fitnah dan tohmahan
yang dilemparkan
kepada sahabat itu

Itukah ukhuwwah?
Itukah manifestasi ukhuwwah?
Itukah yang Islam ajarkan?

Berhentilah slogan ukhuwwah itu
Andai hak seorang sahabat kepada sahabat
yang lain tidak ditunaikan.

p/s; Entry ini tiada kena-mengena dengan rakan-rakan followers
Just menarikan jemari mengikut kata hati orang muda-ops semakin tua.

Sunday, August 30, 2009

Dia. Aku dan Kamu

Dia. Aku dan Kamu

(Renungan untuk bekas anak-anak didikku samada
berstatus normal dan Orang Kelainan Upaya)



dia,
tak pernah kenal erti putus asa
tak pernah kenal erti kegagalan
tak pernah kenal erti kekalahan
tak pernah mencipta alasan.


dia
tak pernah anggap diri punya kekurangan
tak pernah anggap diri bebanan
tak meratap menangisi takdir diri.


dia
punya semangat yang kental
punya jatidiri mapan
semangat yang jitu
semangat yang berkobar-kobar
semangat yang mahu maju ke depan
dan bukannnya menoleh ke belakang
cekal menongkah arus.

dia
adalah insan yang kental
berjiwa waja
ikon kepada insan lain
yang mahu memahami...

bahawa hidup ini
adalah terlalu indah untuk ditangisi
terlalu sebentar untuk cuma berpeluk tubuh
selagi hayat dikandung badan
menabur budi menebar jasa
Orang Kelainan Upaya adalah
Orang Kuat Usaha!

(dedikasi untuk Allahyarham Senator Prof Datuk Dr Ismail Md Salleh yang telah kembali ke rahmatullah. takziah untuk keluarganya dan Al Fatihah untuk Allahyarham Senator Prof Datuk Dr Ismail Md Salleh)

Thursday, August 13, 2009

“Ya Allah Sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”




Ramadhan Yang Dinanti

Ya Allah
Berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaaban
dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan".
(Hadith Riwayat Ahmad dan At Tabrani daripada Anas)

Ramadhan Yang kian mendekat,
apakah daku dapat bertemunya lagi pada kali ini?
ataukah saat perjanjian terlebih awal menantiku
lantas tiada lagi peluang untukku bersamamu?

Ramadhan yang kian menghampiri
bagai gamitan sang kekasih kepada kekasih
apakah sudah bersedia sang pecinta bertemu dengan kekasihnya?
ataukah sang pecinta masih lagi termangu
hanya menanti tanpa bekal

hanya berharap tanpa usaha
..

Ramadhan
apakah daku bisa sampai padamu
dengan penuh kasih dan cinta?



Ya Allah mudah-mudahan tahun kali ini, daku dapat berpuasa dengan berjaya.Biarlah macam mana keadaan pun, Mudah-mudahan daku tak perlu terpaksa berbuka Ya Allah.
Tambahan pula, tahun ini daku sudah tidak menyusukan lagi bayiku. Semoga dikau berikanku kekuatan Ya Allah.


“Ya Allah Sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Telah berlalu hari, minggu, dan bulan. Sedar atau tidak, kita semakin mendekati bulan yang penuh kebaikan, keberkatan, dan rahmat. Bergema di serata dunia doa orang-orang yang beriman; Allahumma Ballighna Ramadhan. Doa yang diwarisi dari kekasih yang dicintai Ar-Rasul s.a.w.

Allahumma Ballighna Ramadhan. Inilah doa yang diulang-ulang oleh Rasulullah s.a.w apabila mendekati bulan yang mulia ini. Diriwayatkan bahawa apabila tibanya bulan Rejab, maka Rasulullah akan berdoa ‘Ya Allah Berkatilah kami di bulan Rejab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan’ (Riwayat Al-Bazzar, At-Thabrani, Al-Baihaqi).

Para sahabat yang bersama dengan Rasulullah s.a.w dididik dengan tema yang agung ini; Allahumma Ballighna Ramadhan. Kesannya, mereka menyambut dan menanti Ramadhan dengan penuh kerinduan dan kecintaan. Ini terbukti dengan doa mereka selama enam bulan sebelum Ramadhan menharap agar bertemu dengannya. Kemudiannya, enam bulan selepas Ramadhan pula disi dengan tangisan kerana berlalunya Ramadhan. Saudara yang mulia, bagaimanakah halnya kita?

Allahumma Ballighna Ramadhan, merupakan doa dan harapan. Menjadi tanda bagi hamba-hamba yang salih bahawa mereka mengidam dan tamakkan limpahan Allah dalam bulan ini (Rahmat, Keampunan, Pelepasan dari Neraka). Kita mesti sentiasa berjaga-jaga agar peluang ini tidak disia-siakan atau berlalu tanpa dimanfaatkan.

Maka bagaimanakah caranya kita menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang mulia ini? Persediaan yang rapi dan terancang sangat penting dalam menjayakan Ramdhan kali ini.

Monday, May 25, 2009

Rindu Ummi


Hari ini, 25 mei 2009. Dah lama rupanya aku sudah tidak pulang ke desa menjenguk ummi. Ummi juga sudah tidak mampu nak drive jauh2. Dari rumah ummi ke rumahku lebih kurang 6 jam. Kudrat Ummi sudah tak sama seperti dahulu.


Ummi,
Anakmu mohon maaf..
Tidak dapat menghadirkan jasad ini ke sisimu
kala engkau sudah capek dan kewalahan
dek tugasan yang belum pernah selesai
selagi hayat dikandung badan.



Oh Ya Allah...
tukarkanlah kerinduan ini kepada rindu padaMu..
Aku Kangen Banget kok sama ummi ku..


Ummi....
andai boleh kuterbang
Punya sayap seperti burung
Sudah kuterbang dapatkanmu
Ingin kudakapmu dan kupeluk cium
Rindu ini kurniaan Ilahi
Moga didikanmu Ummi
padaku berdekad-dekad lalu
dinilai Allah sebagai suatu ibadah.

tambahan (edit pada 19/06/09:

Aku bersyukur mempunyai ummi yang ramai. Alhamdulillah.
Kasih sayang mereka amat kurasakan di sepanjang alam remajaku.
Makcik J dan U. H, Makcik H, Auntie N..
mereka banyak berikan semangat dan tunjuk ajar padaku.
akhirnya perpisahan terjadi jua.


kini aku telah punya kehidupan sendiri.
dan ummi kandungku yang jauh beratus batu
adalah ummi yang pertama mendidik dan mengasuhku.
Perpisahan pertama aku dan umi sewaktu berusia tingkatan satu
adalah saat pertama aku melangkah jauh meninggalkannya.

ingat lagi kata-kata ummi,
"Kakak pergi sekolah tu sekejap je. nanti cuti sekolah akak balik lah"

"Akak nak sekolah dekat dgn ummi.sekolah tu jauh dan baru je buka," ujarku sambil esak tangis tak boleh ku kawal,"

"Takpe kakak pergi. Kami redha. Nanti kita jumpa lagi ya,"ummiku begitu kuat dan menyembunyikan rsa sedihku.

Adikku, Aad yang baru berusia 2 tahun 2 bulan memegang kakiku, "Akak, angan pegi,"


Umi...doamu mengiringi perjalananku. Semoga Allah mengasihani dan mengasihimu ummi di dunia dan di akhirat. Amin


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

...Jurnal Kehidupan... Template by Ipietoon Cute Blog Design